Penyebab Tulisan Tidak Enak Dibaca

Penyebab Tulisan Tidak Enak Dibaca
Photo by Aaron Burden / Unsplash

Apakah Pembaca pernah menemukan tulisan yang di paragraf pertama Pembaca sudah merasa, "ah, ga menarik"?

Atau mengantuk, "hoahmmm zzzz"?

Menulis artikel yang enak dibaca adalah keterampilan penting yang sering kali diabaikan.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan sebuah artikel terasa berat dan membosankan.

Salah satu penyebab utama adalah penggunaan bahasa yang terlalu rumit.

Ketika penulis memilih kosakata yang canggih dan kalimat yang berbelit-belit, pembaca sering kali merasa kesulitan untuk mengikuti alur pikiran.

Bahasa yang tidak jelas dapat mengakibatkan kebingungan, yang pada akhirnya membuat pembaca kehilangan minat.

Sebaliknya, penggunaan bahasa yang sederhana dan langsung dapat membuat artikel lebih mudah dicerna.

Selain itu, struktur artikel yang kurang teratur juga menjadi masalah.

Ketika informasi disampaikan secara acak, pembaca akan kesulitan memahami hubungan antar bagian.

Artikel yang baik harus memiliki alur logis, dimulai dari pengantar yang menarik, diikuti dengan penjelasan yang sistematis, dan diakhiri dengan kesimpulan yang menguatkan ide utama.

Tanpa struktur yang jelas, pembaca bisa merasa tersesat dan kehilangan fokus.

Oleh karena itu, penting untuk merencanakan struktur sebelum mulai menulis.

Salah satu kesalahan umum lainnya adalah kurangnya pengembangan ide.

Ketika penulis hanya menyentuh permukaan suatu topik tanpa memberikan informasi mendalam, pembaca akan merasa bahwa artikel tersebut dangkal.

Penulis perlu memberikan contoh, data, atau fakta yang relevan untuk mendukung argumen yang diungkapkan.

Dengan memberikan detail yang cukup, pembaca akan merasa lebih terlibat dan mendapatkan nilai dari apa yang dibaca.

Tidak hanya itu, penggunaan kalimat yang terlalu panjang juga dapat memengaruhi kenyamanan membaca.

Kalimat yang panjang dan berbelit-belit cenderung membuat pembaca kelelahan. Idealnya, penulis harus berusaha untuk menggabungkan kalimat pendek dan panjang agar ritme membaca terasa lebih dinamis.

Selain itu, memecah paragraf yang terlalu panjang menjadi bagian yang lebih pendek dapat membantu menjaga perhatian pembaca dan membuat informasi lebih mudah dipahami.

Gaya penulisan yang monoton juga menjadi penyebab artikel yang tidak enak dibaca.

Jika penulis menggunakan gaya yang sama sepanjang artikel, pembaca akan merasa bosan.

Oleh karena itu, penting untuk menyisipkan variasi dalam gaya penulisan, seperti mengubah nada, menggunakan pertanyaan retoris, atau memasukkan anekdot yang relevan.

Dengan cara ini, pembaca akan lebih terlibat dan merasa artikel lebih hidup.

Artikel juga tidak menarik jika dibuat tanpa memperhatikan audiens.

Penulis perlu memahami siapa pembaca yang dituju dan menyesuaikan gaya serta isi artikel sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.

Jika artikel ditujukan untuk pembaca umum, penggunaan istilah teknis yang sulit dipahami dapat menjauhkan mereka.

Sebaliknya, artikel yang terlalu sederhana mungkin tidak memuaskan pembaca yang menginginkan informasi lebih mendalam.

Oleh karena itu, penyesuaian terhadap audiens sangat penting untuk menciptakan keterhubungan.

Kesimpulan

Revisi dan penyuntingan merupakan langkah krusial dalam proses penulisan.

Banyak artikel yang awalnya tampak tidak enak dibaca karena kurangnya perhatian terhadap detail.

Melalui proses penyuntingan, penulis dapat mengidentifikasi bagian-bagian yang tidak jelas, memperbaiki kesalahan tata bahasa, serta memastikan bahwa alur cerita mengalir dengan baik.

Menghabiskan waktu untuk merevisi dan menyempurnakan artikel akan sangat membantu dalam menciptakan karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan untuk dibaca.

Admin Inspirasi Blog